Langsung ke konten utama

[Ayo Belajar!] Mengenal Huruf Thai


Saat ini hubungan antara negara Indonesia dan Thailand sangatlah erat baik dalam hubungan ekonomi maupun diplomatik. Dalam bidang pariwisata sangatlah kuat sebab banyaknya wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Thailand,dan begitu pula sebaliknya.Untuk itu sebagai bekal guna mampu membaca apa yang kita jumpai di Thailand,saya memposting cara-cara membaca huruf thai...

selamat mencoba :)

Fitur nenonjol dari Sistem Umum Kerajaan Thai meliputi:
  • menggunakan hanya huruf yang tidak dimodifikasi dari huruf Latin(tanpa diakritik)
  • mengeja semua vokal dan diftong hanya menggunakan huruf vokal: ‹a›, ‹e›, ‹i›, ‹o›, ‹u›
    • huruf tunggal ‹a›, ‹e›, ‹i›, ‹o›, ‹u› adalah vokal sederhanadengan bobot yang sama dengan IPA (International Phonetic Alphabet)
    • Dwihuruf yang diikuti huruf ‹e› adalah huruf vokal sederhana, diwakilkan dalam IPA dengan ligatur: ‹ae›, ‹oe›, ‹ue› yang masing-masing terdengar seperti /æ, œ, ɯ/ secara berurutan
    • Dwihuruf yang diikuti huruf ‹a›, ‹i›, ‹o› adalah diftong, ditunjukkan dengan /a, j, w/ masing-masing di dalam IPA
  • menggunakan konsonan seperti dalam IPA, kecuali:
    • Dwihuruf dengan ‹h› (‹ph›, ‹th›, ‹kh›) adalah konsonan yang mengalami aspirasi /pʰ, tʰ, kʰ/, untuk membedakan mereka dengan ‹p›, ‹t›, ‹k› yang tidak mengalami aspirasi
    • menggunakan ‹ng› for /ŋ/, seperti dalam bahasa Inggris
    • menggunakan ‹ch› for /tɕʰ/ dan /tɕ/, keduanya tidak terdapat dalam bahasa Inggris
    • menggunakan ‹y› for /j/, seperti dalam bahasa Inggris
    • perhatikan bahwa transkripsi konsonan di posisi akhir adalah menurut pengucapan, bukan menurut ortografi Thai.

Sistem umum Kerajaan Thai ini telah dikritik tidak cukup bagus dalam membantu mempelajari bahasa Thai, terutama karena kekurangan-kekurangan sebagai berikut:
  • Sistem ini tidak menunjukkan nada bahasa yang benar dalam bahasa Thai.
  • Sistem ini tidak menunjukkan perbedaan panjang vokal yang benar dalam bahasa Thai.
  • Dalam perspektif bahasa Inggris, cara menulis ‹ch› tidak menunjukkan perbedaan antara IPA /tɕ/ dan IPA /tɕʰ/ (lihat tabel di bawah ini).
  • Dalam perspektif bahasa Inggris, cara menulis ‹o› tidak menunjukkan perbedaan antara IPA /ɔ/ dan IPA /o/ (lihat tabel di bawah ini).
Aksara 1Aksara 2
Transkripsi umumThaiIPADeskripsiInggrisThaiIPADeskripsiInggris
chจtɕalveo-palatal
afrikat
seperti ‹ty› dalam "let you"ฉ, ช, ฌtɕʰalveo- yang diaspirasi
afrikatpalatal
seperti ‹ch› dalam "check"
oโ–ะ, –oakhiran tertutup
bulat pendek
seperti ‹oa› dalam "boat"เ–าะɔakhiran terbuka
bulat pendek
seperti ‹aw› dalam "raw", tapi lebih pendek
โ–oːakhiran tertutup
bulat panjang
like ‹oa› in "moan"–อɔːakhiran terbuka
bulat panjang
seperti ‹aw› dalam "raw"

Tabel transkripsi

Untuk konsonan, transkripsi ini berbeda tergantung pada lokasi dalam suku kata. Pada bagian tabel vokal sebuah tanda pisah ("–") menunjukkan posisi relatif dari konsonan awal milik vokal tersebut.
KonsonanVokal
AksaraPosisi awalPosisi akhir
กkk
ขkhk
ฃkhk
คkhk
ฅkhk
ฆkhk
งngng
จcht
ฉch-
ชcht
ซst
ฌch-
ญyn
ฎdt
ฏtt
ฐtht
ฑtht
ฒtht
ณnn
ดdt
ตtt
ถtht
ทtht
ธtht
นnn
บbp
ปpp
ผph-
ฝf-
พphp
ฟfp
ภphp
มmm
ยy-
รrn
ฤrue, ri, roe-
ฤๅrue-
ลln
ฦlue-
ฦๅlue-
วw-
ศst
ษst
สst
หh-
ฬln
ฮh-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Ini Terminal Leuwipanjang Akan Direvitalisasi

Rohaeni Terminal Leuwipanjang yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Bandung — Terminal Leuwipanjang Kota Bandung akan segera mengalami perubahan. Rencana revitalisasi Terminal Leuwipanjang sudah dibahas sejak lama, namun pembangunannya harus menunggu proses serah terima aset dari Pemerintah Kota Bandung kepada Pemerintah Pusat. Dalam hal ini harus ada pemisahan lahan Terminal Leuwipanjang untuk memudahkan pelaksanaan proyek revitalisasi. Lahan Terminal Leuwipanjang memiliki luas keseluruhan 3,5 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Pemkot Bandung sendiri membutuhkan lahan seluas 0,5 hektare untuk kantor bidang unit Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Proses serah terima aset telah dilakukan di Balai Kota Bandung pada Januari lalu oleh Oded selaku Wali Kota Bandung dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Cucu Mulyana. Terminal Leuwipanjang masuk ke dalam kategori terminal tipe A, sehingga pengelolaannya diambil alih oleh Kementer...

3 Tahun Pasca Revitalisasi, Pasar Kontemporer Sarijadi Masih Sepi Pembeli

Rohaeni Kondisi Pasar Kontemporer Sarijadi Bandung yang kini sepi dari pembeli pasca revitalisasi Bandung — Sejak diresmikan pada tahun 2017 lalu setelah mengalami revitalisasi, pasar Kontemporer Sarijadi ternyata justru mengalami sepi pengunjung. Proyek revitalisasi yang digarap pada 2016 lalu merupakan gagasan pasar tematik oleh Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan dibangun dengan anggaran sejumlah Rp19,5 miliar. Revitalisasi dilakukan karena letak pasar yang berada di belakang dan tertutup oleh kontainer bak sampah. Pasca revitalisasi, kondisi pasar sempat ramai namun  tidak bertahan lama dan pada akhirnya menjadi sepi. Pasar yang seakan ‘mati’ ini padahal memiliki tampilan yang lebih modern dan menjadi percontohan pasar tradisional lainnya. Menurut kepala pasar, Raras (30) mengatakan bahwa bangunan Pasar Kontemporer Sarijadi ini terdiri dari empat lantai. Lantai dasar ditempati oleh pedagang bahan pokok, di lantai satu terdapat percet...

BMKG: Waspada Banjir dan Longsor, Bandung Diguyur Hujan Hingga Maret

Rohaeni Hujan di wilayah Bandung dan sekitarnya.  Bandung — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana banjir dan longsor yang berpotensi terjadi di musim hujan. Hal ini mengingat bahwa berdasarkan prakiraan cuaca, puncak musim hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Februari 2020. Selama Februari 2020, hujan berintensitas tinggi akan terus mengguyur wilayah Bandung dan sekitarnya. Meski begitu, hujan tidak turun secara merata. Sebab, sejumlah wilayah akan mulai diguyur hujan sejak siang menjelang sore atau malam hari. Prakirawan BMKG Kota Bandung, Yan (39) menuturkan bahwa meskipun hujan yang mengguyur Kota Bandung saat ini masih dapat dikatakan normal terjadi, masyarakat tetap harus mewaspadai potensi bencana yang terjadi. “Untuk Kota Bandung, Februari sampai Maret ini memang normalnya hujan. Banjir dan longsor memang permasalahan kompleks, tetapi tetap harus waspada mengingat Feb...