Langsung ke konten utama

Rahasia Angka 13 Dalam Islam


Kali ini saya akan membahas angka 13 dari pandangan Islam. Angka 13 buat kalangan orang banyak mengandung makna negatif, dan jadi sugesti dalam pikiran orang, padahal angka 13 adalah simbol gerakan sholat seorang muslim. Inilah dia rahasia as-solat seorang muslim, sebagai peringatan bagi yang udah tahu atau panduan bagi yang baru tahu dan ingin tahu.


1 - Niat sholat :
Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
2 – Berdiri tegak:
Fadilahnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
3 - Takbir-ratul Ihram :
Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur.
4 – Membaca Al-Fatihah :
Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.
5 - Ruqu' :
Sebagai tikar kita di dalam kubur.
6 - I'tidal :
Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika didalam kubur.
7 - Sujud :
Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.
8 - Duduk antara 2 Sujud :
Akan menaung panji-panji nabi kita didalam kubur
9 - Duduk antara 2 Sujud (akhir) :
Menjadi kenderaan ketika kita dipadang Mahsyar.
1 0 - Tahhiyat Akhir :
Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh Munkar & Nankir di dalam kubur.
11 - Selawat Nabi :
Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.
12 - Salam :
Memelihara kita di dalam kubur.
13 - Tertib :
Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.
Dari Abdullah bin 'Amr R. A., Rasulullah S. A. W.bersabda :
Mungkin keterangn di atas adalah salah satu sebab mengapa orang diluar Islam tidak suka akan angka 13 dan juga Hari Jum’at. Itulah sebab mengapa mereka membuat cerita yang begitu seram sekali yaitu  FRIDAY the 13th.
"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat" Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manfa'at kepada manusia lain.
 
Jangan rusak dan ikuti pikiran kamu ke arah negatif sebagai muslim dengan memandang jelek angka 13. 
So, masih berpikir kalo angka 13 itu angka sial? 
Buat saya tidak ada yang namanya angka sial, bahkan angka 13 ini juga salah satu angka favorit saya. Setuju dengan post ini?




Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Tahun Pasca Revitalisasi, Pasar Kontemporer Sarijadi Masih Sepi Pembeli

Rohaeni Kondisi Pasar Kontemporer Sarijadi Bandung yang kini sepi dari pembeli pasca revitalisasi Bandung — Sejak diresmikan pada tahun 2017 lalu setelah mengalami revitalisasi, pasar Kontemporer Sarijadi ternyata justru mengalami sepi pengunjung. Proyek revitalisasi yang digarap pada 2016 lalu merupakan gagasan pasar tematik oleh Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan dibangun dengan anggaran sejumlah Rp19,5 miliar. Revitalisasi dilakukan karena letak pasar yang berada di belakang dan tertutup oleh kontainer bak sampah. Pasca revitalisasi, kondisi pasar sempat ramai namun  tidak bertahan lama dan pada akhirnya menjadi sepi. Pasar yang seakan ‘mati’ ini padahal memiliki tampilan yang lebih modern dan menjadi percontohan pasar tradisional lainnya. Menurut kepala pasar, Raras (30) mengatakan bahwa bangunan Pasar Kontemporer Sarijadi ini terdiri dari empat lantai. Lantai dasar ditempati oleh pedagang bahan pokok, di lantai satu terdapat percet...

Tahun Ini Terminal Leuwipanjang Akan Direvitalisasi

Rohaeni Terminal Leuwipanjang yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Bandung — Terminal Leuwipanjang Kota Bandung akan segera mengalami perubahan. Rencana revitalisasi Terminal Leuwipanjang sudah dibahas sejak lama, namun pembangunannya harus menunggu proses serah terima aset dari Pemerintah Kota Bandung kepada Pemerintah Pusat. Dalam hal ini harus ada pemisahan lahan Terminal Leuwipanjang untuk memudahkan pelaksanaan proyek revitalisasi. Lahan Terminal Leuwipanjang memiliki luas keseluruhan 3,5 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Pemkot Bandung sendiri membutuhkan lahan seluas 0,5 hektare untuk kantor bidang unit Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Proses serah terima aset telah dilakukan di Balai Kota Bandung pada Januari lalu oleh Oded selaku Wali Kota Bandung dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Cucu Mulyana. Terminal Leuwipanjang masuk ke dalam kategori terminal tipe A, sehingga pengelolaannya diambil alih oleh Kementer...

Kota Bandung Belum Miliki BPBD, Diskar PB: Kami Selalu Siap

Rohaeni Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung yang berada di Jl. Sukabumi , Bandung. Bandung — Hingga saat ini, Kota Bandung masih belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pasalnya, pada Desember 2019 lalu, meski telah berkonsultasi dengan jajaran Provinsi Jawa Barat, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) mengatakan pembentukan BPBD Kota Bandung belum dapat terwujud pada 2020. Kendati demikian, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial terus mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk segera mengadakan pembentukan BPBD Kota Bandung. Hal tersebut didasarkan pada keinginan Kota Bandung untuk lebih fokus dalam menghadapi berbagai peristiwa kebencanaan. Pembentukan BPBD Kota Bandung tengah dibahas di bagian organisasi Pemberdayaan Aparatur Daerah (Orpad). Tidak adanya BPBD Kota Bandung tak terlepas dari mayoritas masyarakat yang menganggap Kota Bandung tidak rawan bencana, apalagi sesar Lembang kala itu diangga...